POLEWALI MANDAR – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mulai merangkak naik. Langkah pemantauan harga ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan inflasi daerah menjelang perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah. Selain itu, para pedagang menekankan pentingnya stabilitas pasokan dari peternak guna memenuhi tingginya permintaan konsumen. Tim pengawas pasar kini fokus melakukan pendataan harga harian secara intensif di pusat-pusat perdagangan utama. Upaya ini akan memberikan informasi akurat bagi masyarakat mengenai dinamika harga pangan di Sulawesi Barat.
Pihak otoritas daerah menilai bahwa ketersediaan protein hewani sangat krusial bagi kebutuhan konsumsi keluarga saat lebaran. Oleh karena itu, Pemkab Polman mengajak seluruh distributor untuk tidak menahan stok barang di gudang penyimpanan. Hal ini sangat penting guna mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga yang tidak wajar. Kehadiran tim satgas pangan di lapangan membawa semangat perlindungan konsumen pada tahun 2026 ini. Seluruh jajaran instansi terkait mendukung penuh pelaksanaan operasi pasar murah guna membantu warga berpendapatan rendah.
Mengoptimalkan Stok Peternak dan Pengawasan Distribusi Desa
Kepala dinas pertanian menegaskan bahwa kelancaran distribusi bibit dan pakan harus tetap menjadi prioritas utama para pengusaha. Sebab, hambatan pada proses produksi akan berdampak langsung pada harga jual daging ayam di tingkat pengecer. Kondisi ini tentu menuntut adanya koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dan asosiasi peternak unggas. Terutama, pemantauan jalur logistik antarwilayah akan menjadi fokus utama guna menjamin keamanan pasokan pangan. Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok lainnya.
Pihak Diskumindag Polman juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas transparansi informasi harga kepada seluruh lapisan masyarakat. Selanjutnya, sistem pelaporan harga pasar harian akan
Baca Juga:Harga LPG 3 Kg di Polman Tembus Rp40 Ribu:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/HARGA-AYAM.jpg)
menggunakan platform digital guna memastikan setiap warga mendapatkan update harga terbaru secara waktu nyata. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi belanja rumah tangga serta memacu tingkat persaingan usaha yang sehat. Sinergi yang kuat antara sektor peternakan dan perdagangan menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah optimis harga daging ayam akan tetap terkendali melalui penguatan pengawasan jalur distribusi yang transparan.
Harapan untuk Stabilitas Ekonomi di Kabupaten Polman
Oleh sebab itu, Pemkab Polman mengajak seluruh lapisan warga untuk senantiasa berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan. Sinergi yang harmonis antara pembeli dan penjual menjadi kunci utama bagi keberlangsungan ekonomi daerah. Maka dari itu, semangat menjaga ketertiban di pasar tradisional harus tetap terjaga guna mewujudkan iklim perdagangan kondusif. Masyarakat juga berharap agar penambahan stok ayam mampu menekan angka kenaikan harga menjelang hari kemenangan. Hubungan yang baik ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat di Bumi Sugando.
Sebagai penutup, pemantauan harga oleh pemerintah merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga daya beli rakyat. Setelah itu, tim evaluasi akan segera menyusun draf kebijakan subsidi transportasi guna bahan pertimbangan stabilisasi harga. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat momen Idulfitri tahun 2026 semakin berkesan serta penuh kedamaian. Hal ini menjadi langkah nyata dalam memajukan standar pelayanan publik pada tahun 2026 ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus membawa berkah serta kemakmuran bagi seluruh masyarakat Indonesia.




