Kunker di Polman, Pj Gubernur Sulbar Bersama Pemkab Jalan Sehat dan Pantau Pasar

oleh -594 Dilihat
oleh

Ruang Polewali Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (8/1/2025). Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, namun sekaligus agenda pemantauan kondisi ekonomi lokal, khususnya perkembangan harga bahan kebutuhan pokok menjelang awal tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Pj Gubernur didampingi oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, I Nengah Tri Sumadana, AP., M.Si, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Rombongan mengawali agenda dengan kegiatan jalan sehat bersama masyarakat, sebelum melanjutkan pemantauan langsung ke pasar tradisional Polewali Mandar.

Pemantauan Harga Kebutuhan Pokok: Situasi Stabil dan Pasokan Aman

Saat meninjau sejumlah lapak pedagang, Dr. Bahtiar berdialog dengan penjual sembako, pedagang sayur, hingga penjual pangan segar. Ia ingin memastikan apakah ada lonjakan harga, terutama pada komoditas sensitif yang sering menjadi pendorong inflasi, seperti beras, cabai, telur, dan daging.

Dari hasil pemantauan lapangan, diperoleh gambaran bahwa:

  • Harga sejumlah komoditas strategis berada pada kondisi stabil

  • Pasokan bahan pangan dinilai aman dan mencukupi

  • Tidak terdapat gangguan distribusi yang signifikan

Kondisi ini, menurut Pj Gubernur, merupakan hasil dari koordinasi kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan unsur vertikal seperti Bulog, aparat pengawasan pangan, serta pelaku distribusi di daerah.

Komitmen Pengendalian Inflasi: Koordinasi Harus Dijaga

Dalam kesempatan itu, Dr. Bahtiar menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak boleh bersifat sporadis, tetapi membutuhkan sistem yang berjalan secara konsisten dan terukur.

“Ini rutin kita laksanakan sebagai langkah pengendalian inflasi di daerah. Pemprov, kabupaten, dan unsur vertikal harus terus memperkuat koordinasi dan memastikan pasokan tetap aman,”
ujar Dr. Bahtiar.

Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperluas intervensi melalui operasi pasar, fasilitasi distribusi antardaerah, serta kebijakan yang mendukung stabilisasi harga bahan pokok, terutama menjelang momentum besar seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan akhir tahun.

Capaian Inflasi Sulawesi Barat: Lebih Baik dari Nasional

Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur juga memaparkan capaian inflasi Sulawesi Barat per Desember 2024, yang menunjukkan kinerja cukup baik.

Berdasarkan data resmi:

  • Inflasi Sulbar (year on year) : 1,49%

  • Inflasi bulanan (month to month) : 0,66%

  • Inflasi tahun kalender : 1,49%

Capaian tersebut dinilai positif karena lebih rendah daripada inflasi nasional yang berada di angka 1,57% yoy. Hal ini menandakan bahwa upaya stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah provinsi serta tim pengendalian inflasi daerah (TPID) telah memberikan hasil yang signifikan.

Dr. Bahtiar menyampaikan bahwa capaian itu bukan hanya prestasi pemerintah, tetapi juga dedikasi para pelaku usaha, distributor, pedagang pasar, dan masyarakat yang menjaga kelancaran arus barang dan ketersediaan pangan.

Penguatan Pasar Tradisional dan Kesejahteraan Pedagang

Selain fokus pada pengendalian harga, kunjungan kerja ini juga diarahkan untuk melihat kondisi infrastruktur dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional. Pj Gubernur menilai bahwa pasar tradisional tetap menjadi nadi ekonomi lokal karena:

  • Menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar

  • Menjadi pusat perputaran uang harian masyarakat

  • Berfungsi sebagai barometer stabilitas harga pangan

Dr. Bahtiar mendorong pemerintah kabupaten untuk terus melakukan pembenahan fasilitas pasar, memperkuat manajemen pengelolaan pasar, serta memastikan kebersihan dan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

Kunker Strategis Awal Tahun: Memastikan Ekonomi Rakyat Tetap Bergerak

Kunjungan kerja ke Polewali Mandar ini menjadi bagian dari strategi awal tahun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk memastikan bahwa roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dengan baik. Fokus pada stabilitas harga diyakini dapat mendorong daya beli masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta menciptakan fondasi ekonomi yang lebih solid memasuki tahun anggaran 2025–2026.

Dr. Bahtiar menegaskan bahwa pemerintah akan terus turun ke lapangan untuk memastikan setiap kebijakan tidak hanya berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.