, ,

Puluhan Truk Antre BBM di Wonomulyo, Roda Ekonomi Sulbar Melambat

oleh -878 Dilihat

Krisis Solar Lumpuhkan Arus Logistik di Polewali Mandar, Antrean Truk Mengular & Paksa Sopir Menginap di Jalanan

Polewali-  Geliat ekonomi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, seolah tersandera oleh antrean panjang puluhan truk yang mengular bak naga tidur di sepanjang Jalan Trans Sulawesi. Pemandangan muram ini telah menjadi ritual harian selama hampir dua pekan terakhir di SPBU 74.913.49, Kecamatan Wonomulyo. Ratusan truk, baik lokal maupun yang melintas antarprovinsi, terpaksa berjibaku menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dengan antrean yang membentang hingga lebih dari satu kilometer.

Puluhan Truk Antre BBM di Wonomulyo, Roda Ekonomi Sulbar Melambat
Puluhan Truk Antre BBM di Wonomulyo, Roda Ekonomi Sulbar Melambat

Baca Juga : Muatan Berlebih Kembali Tumpahkan Masalah Bagi Warga Polman

Bagi para sopir, situasi ini bukan sekadar soal ketidaknyamanan, melainkan sebuah drama panjang yang menggerogoti pendapatan dan menyita waktu berharga. Banyak dari mereka harus rela menghabiskan waktu antara 5 hingga 6 jam hanya untuk menunggu, sebuah durasi yang ironisnya lebih lama dari waktu tempuh perjalanan mereka ke kota tujuan.

“Ini sangat merugikan. Waktu produktif kami yang seharusnya untuk mengangkut barang dan menghasilkan uang, justru terkuras habis di pinggir jalan. Lebih banyak menunggu BBM daripada beroperasi,” keluh Eka Pebrianto, salah seorang sopir truk yang terlihat letih. Ia menambahkan, tak jarang para sopir terpaksa menghabiskan malam di balik kemudi karena solar habis di tengah perjalanan dan mereka harus mengantre sejak dini hari untuk mendapat jatah.

Siklus Antrean yang Melelahkan

Aktivitas di SPBU tersebut mengikuti sebuah siklus yang dapat diprediksi. Sepanjang siang hari, stasiun pengisian itu tampak sepi dan lengang, bak rumah hantu, dengan tulisan “Solar Habis” terpampang jelas. Suasana baru berubah total ketika senja mulai tiba. Begitu pasokan solar baru tiba, biasanya pada sore atau malam hari, puluhan truk yang sudah menunggu pun segera memadati area, menciptakan kemacetan parah yang berlangsung hingga tengah malam.

Banyak sopir yang sudah bersiap sejak subuh, berharap bisa mendapat giliran lebih awal. “Separuh lebih dari hari kerja kami habis hanya untuk ritual antre ini.

Akar Masalah: Lonjakan Musim Panen dan Pasokan yang Terbatas

Lantas, apa yang memicu krisis solar ini? Penanggung jawab SPBU Wonomulyo, Arham, menjelaskan bahwa masalah utamanya adalah ketidakseimbangan antara permintaan yang melonjak dan pasokan yang tetap.

“Kami tetap mendapat jatah rutin 16.000 liter per hari dari Pertamina. Jatah ini sebenarnya normal di luar masa-masa tertentu. Masalahnya, sejak memasuki musim panen padi seperti sekarang ini, jumlah truk pengangkut hasil bumi meningkat secara drastis,” papar Arham.

Pasokan solar yang 16.000 liter itu, menurutnya, habis dilalap puluhan truk dalam waktu singkat, seringkali kurang dari satu malam. Truk-truk besar dengan tangki berkapasitas ratusan liter ini datang bukan hanya dari dalam Polewali Mandar, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Sulawesi, menjadikan SPBU ini sebagai titik vital yang kewalahan.

Jeritan Hati Para Sopir: Minta Intervensi Pemerintah

Menghadapi situasi yang sudah berlarut-larut ini, para sopir pun menengadahkan tangan meminta campur tangan pemerintah. Mereka berharap Pertamina dan Pemerintah Daerah (Pemda) turun langsung untuk melakukan pengawasan dan memastikan distribusi BBM, khususnya solar, berjalan lebih merata dan adil.

Selain itu, ada permintaan konkret untuk meninjau ulang kuota solar yang diberikan kepada daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Polewali Mandar. “Kami mohon kepada pemerintah agar kuota solar untuk daerah kami ditingkatkan. Ini sudah darurat. Krisis ini menyoroti betapa rentannya sektor logistik ketika pasokan energi tidak sejalan dengan geliat ekonomi daerah.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.