
Wagub Sulbar Buka Suara Soal Bandar Narkoba di Tinambung yang Dikabarkan Kabur
Ruang Polewali – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S. Mengga, memberikan klarifikasi terkait pernyataan polisi yang menyebut salah satu bandar narkoba perempuan di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) melarikan diri setelah unggahannya di Facebook viral. Pernyataan tersebut sempat menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan di media sosial.
Salim menegaskan bahwa sosok bandar narkoba yang disebut kabur itu bukanlah orang baru di Polman. Bahkan, menurutnya, keberadaannya sudah dikenal lama oleh warga setempat.
“Sejak awal saya sudah menduga ending-nya akan dikaitkan dengan unggahan saya di Facebook, bahwa dikatakan kabur gara-gara status saya,” ujar Salim kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa sosok bandar perempuan tersebut berinisial J, dan keberadaannya sudah lama menjadi perhatian masyarakat Tinambung. Menurut Wagub, aneh jika polisi baru menyoroti kasus ini setelah unggahannya viral, karena bandar tersebut sudah lama berkeliaran dan aktivitasnya diketahui oleh warga.
Kronologi Kasus
Kasus ini bermula ketika Salim mengunggah status di akun Facebook pribadinya mengenai adanya bandar narkoba yang aktif di wilayah Tinambung. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral dan mendapat perhatian luas, baik dari publik maupun aparat penegak hukum.
Menanggapi unggahan tersebut, pihak kepolisian setempat mengeluarkan pernyataan bahwa bandar perempuan ini kabur. Namun, menurut Wagub, hal itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghubungkan kasus kaburnya bandar dengan unggahan media sosial.
“Ini bukan orang baru. Semua warga Tinambung sudah tahu siapa dia, jauh sebelum saya menulis status di Facebook. Jadi wajar saya heran kenapa belum ada tindakan penegakan hukum sebelumnya,” jelas Salim.
Reaksi Publik
Unggahan dan klarifikasi Wagub Sulbar ini memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat. Banyak yang menyoroti kinerja aparat penegak hukum di Polman, terutama terkait penanganan kasus narkoba yang dianggap sudah lama terjadi namun belum ditindak tegas.
Beberapa warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah Tinambung dan daerah sekitarnya. Mereka berharap pemerintah provinsi dan aparat kepolisian dapat bekerja sama lebih efektif untuk memberantas peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.
Langkah Selanjutnya
Wagub Sulbar menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan tetap mengawasi situasi keamanan di Polewali Mandar, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba. Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan narkoba di wilayah ini.
“Kami berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan, agar masyarakat tidak ragu terhadap upaya pemerintah dalam memberantas narkoba,” tegas Salim.
Fokus pada Pencegahan
Selain penegakan hukum, Wagub Sulbar menekankan pentingnya pendekatan preventif dan edukatif untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba. Hal ini meliputi:
-
Edukasi dan sosialisasi anti-narkoba di sekolah-sekolah dan komunitas pemuda.
-
Pelibatan tokoh masyarakat dan agama untuk membangun kesadaran kolektif tentang bahaya narkoba.
-
Peningkatan patroli dan pengawasan di titik rawan peredaran narkoba di seluruh Kabupaten Polman, terutama di wilayah Tinambung.
-
Program rehabilitasi dan pemberdayaan bagi pengguna agar mereka dapat kembali menjadi anggota produktif masyarakat.
Dampak Sosial
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat kepolisian, dan masyarakat untuk mengurangi risiko peredaran narkoba. Dengan pengawasan yang baik, diharapkan kasus-kasus serupa dapat ditangani lebih cepat dan efektif, sehingga warga Polewali Mandar, terutama generasi muda, dapat hidup dalam lingkungan yang lebih aman dan bebas dari pengaruh narkoba.
Wagub menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak bersinergi, tidak hanya menunggu kasus viral untuk bertindak, tetapi juga secara proaktif melakukan pencegahan dan penindakan.
“Pemerintah provinsi akan terus memantau perkembangan kasus ini. Kami tidak ingin masyarakat merasa khawatir atau tidak aman karena kurangnya tindakan dari aparat penegak hukum. Ini bukan sekadar viral di media sosial, tapi soal keselamatan generasi kita,” pungkas Salim S. Mengga.




